Langit malam yang dihiasi oleh bunga-bunga larut bersama cahaya kembang api yang menyelimuti hiruk-pikuk perkotaan. Kata-kata itu samar terdengar di telingaku, seperti berbicara,
Mungkin, harusnya yang menemanimu saat ini bukan aku, kan? Kita berdua sudah lelah secara perasaan hingga tanpa disadari kita selalu bertengkar. Maafkan aku.
Setiap orang pernah berbuat kesalahan, itu bukanlah hal yang memalukan. Jangan pernah menyia-nyiakan luka serta pengalaman itu, lebih baik untuk tetap melangkah dan tersenyum.
(Terinspirasi dari lirik lagu Scenarioart - Sayonara Moon Town)
Bulan menyinari jalan dengan samar-samar, kira-kira kemanakah kita berdua akan pergi pada malam itu? Bayangan bulan yang terlihat bergerak karena percikan air di danau sejenak membuatku membayangkan masa depan yang belum terlihat.
Menjadi diri sendiri itu seperti apa? Apakah dengan cara menuliskan dengan tebal di dinding kamarmu, "Kalau diriku beda dengan orang lain"? Saat aku kembali melihat coretan itu di dinding kamarku, aku kembali berpikir, memangnya menjadi diri sendiri itu seperti apa?
Merangkai kata-kata yang telah usang, yang sebelumnya tidak dapat kusampaikan. Aku hanya ingin menyampaikan tentang sebuah perasaan, menyampaikan tentang sebuah pikiran, tentang hari esok dan seterusnya. Pada hari itu, angin bertiup cukup kencang, membuat daun-daun berguguran di jalanan tempat kita berpijak. Pada hari itu juga, aku hidup dan tertawa bersamamu.
Dirimu, dan akhir musim panas. Impian masa depan, serta cita-cita besar kita, tak akan kulupakan. Empat atau lima tahun lagi, di bulan Januari, kuyakin kita akan bertemu kembali.
Kita berjalan dengan bahu bersandingan, menertawakan sesuatu yang tidak penting sambil menatap mimpi yang sama. Jika kucoba dengar dengan seksama, suaramu masih terdengar diantara pemandangan kota senja.
Hari itu, di sebuah kafe, aku yang duduk sendiri dan ditemani seorang pelayan kafe yang sedang menunggu pesananku, dikagetkan dengan adanya pasangan yang sedang bertengkar hebat, jelas dengan nada tinggi. Mau tidak mau, seisi kafe mendengar apa yang mereka masalahkan.