Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

April 18, 2022

Daijoubu Omoi wa Kitto, Daijoubu Tsutawaru

Langit malam yang dihiasi oleh bunga-bunga larut bersama cahaya kembang api yang menyelimuti hiruk-pikuk perkotaan. Kata-kata itu samar terdengar di telingaku, seperti berbicara,

"Pergilah. Aku membencimu."

Juni 28, 2021

Bunga yang Kering

Mungkin, harusnya yang menemanimu saat ini bukan aku, kan? Kita berdua sudah lelah secara perasaan hingga tanpa disadari kita selalu bertengkar. Maafkan aku.

Februari 21, 2021

Sayap yang Pucat

Terus terbang, kedua sayap di punggungnya pucat dan mulai hancur secara perlahan, ia terlihat sedikit lelah berada di langit biru yang redup.

Februari 18, 2021

Kembang Api

Berkilauan, berkerlap-kerlip, melesatkan mimpi yang pilu bersama dengan bunga-bunga yang terbakar.

Februari 11, 2021

Bertumbuh dan Melangkah

Setiap orang pernah berbuat kesalahan, itu bukanlah hal yang memalukan. Jangan pernah menyia-nyiakan luka serta pengalaman itu, lebih baik untuk tetap melangkah dan tersenyum.

Februari 09, 2021

Malam di Kota Bulan

(Terinspirasi dari lirik lagu Scenarioart - Sayonara Moon Town)

Bulan menyinari jalan dengan samar-samar, kira-kira kemanakah kita berdua akan pergi pada malam itu? Bayangan bulan yang terlihat bergerak karena percikan air di danau sejenak membuatku membayangkan masa depan yang belum terlihat.

September 27, 2018

Apa Artinya "Menjadi Diri Sendiri"?

Menjadi diri sendiri itu seperti apa? Apakah dengan cara menuliskan dengan tebal di dinding kamarmu, "Kalau diriku beda dengan orang lain"? Saat aku kembali melihat coretan itu di dinding kamarku, aku kembali berpikir, memangnya menjadi diri sendiri itu seperti apa?

September 26, 2018

Sebuah Seni dari Perpisahan

Merangkai kata-kata yang telah usang, yang sebelumnya tidak dapat kusampaikan. Aku hanya ingin menyampaikan tentang sebuah perasaan, menyampaikan tentang sebuah pikiran, tentang hari esok dan seterusnya. Pada hari itu, angin bertiup cukup kencang, membuat daun-daun berguguran di jalanan tempat kita berpijak. Pada hari itu juga, aku hidup dan tertawa bersamamu.

Juni 19, 2018

Feeling

"Sama sekali tak pernah terlintas di pikiranku." Itu yang selalu aku katakan pada diriku sendiri setelah menyadari semua yang sudah terlanjur terjadi.

April 29, 2018

Ichiban no Takaramono

Setiap kali kita bertemu, kita hanya akan bertengkar. Meski begitu, itu adalah kenangan yang indah.

April 22, 2018

Issho ni Kaerou

Dirimu, dan akhir musim panas. Impian masa depan, serta cita-cita besar kita, tak akan kulupakan. Empat atau lima tahun lagi, di bulan Januari, kuyakin kita akan bertemu kembali.

November 29, 2017

Kota Senja

Kita berjalan dengan bahu bersandingan, menertawakan sesuatu yang tidak penting sambil menatap mimpi yang sama. Jika kucoba dengar dengan seksama, suaramu masih terdengar diantara pemandangan kota senja.

Juni 19, 2017

Daijoubu

Angin yang bertiup pada hari itu, mengingatkanku pada sebuah kejadian yang meruntuhkan semuanya.

Desember 29, 2016

O Genki Desu Ka?

O genki desu ka? Apa kabar? Semoga keadaanmu selalu sehat dalam perlindungan-Nya. Aku di sini masih dalam penantianku. Sabar ya.

Juni 27, 2016

Aku Akan Menjadi Tempatmu Pulang

Aku mencoba menerima keputusanku, dan aku berjanji kepada diriku sendiri, terlebih untukmu, "Aku akan menjadi laki-lakimu."

Juni 21, 2016

Aku, Lelaki Bodoh Itu

Lanjutan dari cerita Tentang Perempuan yang Spesial.

Kau memutuskan untuk pergi tanpa memberitahukan alasanmu.

Maret 06, 2016

Tentang Perempuan yang Spesial (Part 2)


Segera kuhabiskan cappuccino dingin itu. Terasa pahit. Membayar bill. Beranjak pergi dari kafe. Perasaan resah.

Maret 03, 2016

Tentang Perempuan yang Spesial (Part 1)

(Postingan ini lanjutan dari 'Antara 1+1 Dengan 1-1': https://pukpukih.blogspot.co.id/2015/11/antara-11-dengan-1-1.html#more)

Hp ku bergetar. Ada pesan masuk. Muncul senyum di wajahku. Ya, itu pesan masuk darinya. Aku buka pesan itu, dan mulai membacanya.

November 01, 2015

Antara 1+1 Dengan 1-1

Hari itu, di sebuah kafe, aku yang duduk sendiri dan ditemani seorang pelayan kafe yang sedang menunggu pesananku, dikagetkan dengan adanya pasangan yang sedang bertengkar hebat, jelas dengan nada tinggi. Mau tidak mau, seisi kafe mendengar apa yang mereka masalahkan.