Ramadhan, terimakasih untuk hadirmu tahun ini. Hadirmu, benar-benar memberikan banyak pelajaran berharga untukku.
Juli 05, 2016
Ramadhan, Terimakasih Untuk Hadirmu Tahun Ini, Sampai Jumpa Tahun Depan
Diposting oleh
Faqih Allif
di
Juli 05, 2016
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Juni 27, 2016
Aku Akan Menjadi Tempatmu Pulang
Aku mencoba menerima keputusanku, dan aku berjanji kepada diriku sendiri, terlebih untukmu, "Aku akan menjadi laki-lakimu."
Diposting oleh
Faqih Allif
di
Juni 27, 2016
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerpen
Juni 21, 2016
Aku, Lelaki Bodoh Itu
Lanjutan dari cerita Tentang Perempuan yang Spesial.
Kau memutuskan untuk pergi tanpa memberitahukan alasanmu.
Diposting oleh
Faqih Allif
di
Juni 21, 2016
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerpen
Maret 06, 2016
Tentang Perempuan yang Spesial (Part 2)

Segera kuhabiskan cappuccino dingin itu. Terasa pahit. Membayar bill. Beranjak pergi dari kafe. Perasaan resah.
Diposting oleh
Faqih Allif
di
Maret 06, 2016
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerpen
Maret 03, 2016
Tentang Perempuan yang Spesial (Part 1)
(Postingan ini lanjutan dari 'Antara 1+1 Dengan 1-1': https://pukpukih.blogspot.co.id/2015/11/antara-11-dengan-1-1.html#more)
Diposting oleh
Faqih Allif
di
Maret 03, 2016
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerpen
Desember 17, 2015
My Chemical Romance (MCR) - The Kids From Yesterday (Lirik dan Terjemahan)

"That you only hear the music when your heart begins to break, now we are the kids from yesterday." - Gerard Way. MCR emang udah bubar sih, tapi ga ada salahnya kan bahas lagu yang satu ini? Hehe cekidot!
Diposting oleh
Faqih Allif
di
Desember 17, 2015
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Sharing
November 01, 2015
Antara 1+1 Dengan 1-1
Hari itu, di sebuah kafe, aku yang duduk sendiri dan ditemani seorang pelayan kafe yang sedang menunggu pesananku, dikagetkan dengan adanya pasangan yang sedang bertengkar hebat, jelas dengan nada tinggi. Mau tidak mau, seisi kafe mendengar apa yang mereka masalahkan.
Diposting oleh
Faqih Allif
di
November 01, 2015
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Cerpen




